Jumat, 25 Jul 2014
You are here: Home Artikel Lain Optimisme Perjuangan Demi Bangsa

Agenda Kegiatan

<<  Juli 2014  >>
 Se  Se  Ra  Ka  Ju  Sa  Mi 
   1  2  3  4  5  6
  7  8  910111213
14151617181920
21222324252627
28293031   

Follow LCKI @

Facebook Twitter
Optimisme Perjuangan Demi Bangsa PDF Cetak E-mail
Kamis, 13 Oktober 2005 00:00

Diskusi Terbatas LCKI 
Tanggal 13 Oktober 2005 
Bersama : Prof Dr. Komaruddin Hidayat

Saya sangat terkesan dengan bukunya Nelson Mandela yang berjudul The Long Work to Freedom. Dalam bukunya Mandela mengatakan ‘’Saya tidak harus jadi presiden untuk memperjuangkan martabat rakyat’’. 

Ketika menjadi presiden dia tidak dendam kepada sipir yang memberinya makanan basi dipenjara. “Kami ingin memberi pelajaran bagi mereka bahwa kami lebih baik dari mereka”, kata Mandela. 

Demikian dengan Perdana Menteri India Rajeev Gandhi. Suatu saat dia naik kereta kelas 3. Dan didalam ada seorang yang bertanya kenapa Tuan naik kereta kelas 3 ? Dan Gandhi menjawab karena tidak ada kereta kelas 4. 

Saya teringat dengan Founding Fathers kita, bukan persoalan kaya dan miskin, tetapi mereka telah memberikan yang terbaik bagi bangsanya dengan rela dipenjara dan hidup sederhana. Itulah sebenarnya ruh Pancasila. 

Ada kesempatan untuk meneladani Founding Fathers kita. Sebenarnya Pak Harto mempunyai kesempatan untuk memperbaiki sistem. Namun sayangnya kebaikan Pak Harto menggunakan Filosofi Jawa, kebaikan untuk individu bukan sistem. Menurut hemat saya state building tidak berhasil sehingga siapa pun yang berkuasa akan mengalami kesulitan untuk memperbaiki bangsa. 

Lembaga ini mempunyai aset yang baik, namun jika tidak didukung oleh moral capitol akan menjadi sia – sia. Diperlukan manajemen yang baik. Sekali tampil harus dengan profil yang bagus. 

Jika sebaliknya aset yang ada akan menjadi tidak berguna. Sebab bangsa ini kehilangan parameter. Kalau rakyat sudah tidak percaya kepada aparat hukum maka untuk membangun sistem akan sulit. Kekayaan negara akan habis, bangunan sosial politik tidak dipercaya. 

Optimisme harus dimiliki jika akan mengubah keadaan yaitu diantaranya Pertama, Visi, harus jelas. Semua perubahan besar dimulai dari visi. Kalau melangkah dengan visi yang jelas maka potensi, energi dan motivasi akan fokus. 

Visi berkaitan dengan problem apa yang dianggap penting. Karena dipandu dan dimotivasi untuk melakukan tindakan yang nyata. 

Kedua, Kompetensi. Visi dan Misi diperlukan potensi dan kompetensi sesuai bidangnya misalnya ahli Psikologi sosial, intelijen, ahli sekuriti, hubungan internasional yang didukung dengan optimisme yang Ketiga yaitu Integritas. 

Di Indonesia banyak orang baik tetapi tidak mempunyai skill. Orang menganut Islam karena terpengaruh oleh pribadi Rasul yang mempunyai integritas tinggi, bahkan diberi gelar Al Amin. 

Kemudian skill Komunikasi yang bisa menimbulkan inspirasi dan motivasi maka akan mendapat simpati dan dukungan masyarakat. 

Setiap individu memiliki keinginan untuk abadi. Untuk mendorong keabadian itu dilakukan dengan cara mempunyai anak, menulis buku dan buat patung. Keabadian dapat terbentuk karena moralitas, sumbangan/ kontribusi kepada bangsanya. 

Lembaga LCKI secara spesifik peduli terhadap keamanan sekaligus dapat mendukung trend simbol society, yang berpihak kepada rakyat sehingga jangan sampai dianggap jaringan rekanan. Maka diperlukan Public Relation untuk menganalisisnya. 

Proses sosialisasi dapat dilakukan kerjasama dengan lembaga kampus, semacam kliring house, kriminologi sehingga keberadaannya mempunyai akses komunikasi. ~ 10/2005/LCKI.

 

Add comment


Security code
Refresh