





![]() | Today | 80 |
![]() | Yesterday | 155 |
![]() | This week | 635 |
![]() | Last week | 997 |
![]() | This month | 1305 |
![]() | Last month | 4811 |
![]() | All days | 29261 |
| Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Sumatera Utara Resmi Dilantik |
|
|
|
| Ditulis oleh Administrator |
| Rabu, 19 November 2008 00:00 |
|
Rabu, 19 November 2008, Ketua Presidium LCKI Jenderal Pol. (Purn) Dai Bachtiar melantik kepengurusan LCKI Propinsi Sumatera Utara. Pengurus LCKI yang dilantik hari itu, Ketua, Parlindungan Sihotang, Sekretaris, Arif Rahmansyah Marbun, Bendahara, Erwin Tobing dan sejumlah bidang. Pada acara tersebut hadir pula Gubernur Sumut, Kapolda Sumut dan Kajati Sumut.
MEDAN - Polda Sumut telah melakukan kordinasi dan kesepakatan dengan Pemprovsu untuk mengawal setiap proyek di Sumut. Mulai proses tender hingga pengerjaannya, kita minta polisi dilibatkan dalam pengamanan.
Kapoldasu, Irjen Pol. Nanan Soekarna mengatakan itu usai pengukuhan pengurus Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Sumut, di Emerald Gaden Medan, tadi malam. Kapolda menyebutkan, koordinasi tersebut dalam upaya mencegah tindakan premanisme, yang sering terjadi dalam sejumlah proyek dilakukan rekanan. Bila ditemukan ada preman akan ditangkap, katanya menjelaskan, koordinasi dilakukan 9 September 2008. Jenderal bintang dua itu mengakui, salah satu jawaban atas terobosan yang dilakukan sekarang ini adalah LCKI, terutama dalam pemberantasan tindakan premanisme. Kapolda berjanji akan membantu anggaran operasional LCKI melalui Polmas. Diminta agar LCKI berdiri di setiap kabupaten guna mendukung tugas polisi. Namun Kapolda meminta LCKI jangan pula dijadikan sebagai ajang premanisme. Jangankan LCKI, polisi yang bertindak bak preman pun saya tangkap, tegasnya. Komunikasi Sementara, Ketua Presidium LCKI Pusat, Jenderal Pol. (Purn) Dai Bachtiar dalam paparannya menjelaskan, LCKI didirikan tahun 2005 di Jakarta. Langkah awal telah dilakukan seminar mencegah kejahatan, dihadiri Presiden SBY dan perwakilan 44 negara, katanya. Dalam seminar itu, Dubes Malaysia ini mengatakan, LCKI merupakan jembatan atau penghubung antar negara dalam penanggulangan kejahatan. Organisasi yang telah diakui PBB sebagai konsultan itu, kata Bachtiar, diawali terbentuknya Asia Crime Preventation Foundation di Tokyo. Indonesia salah satu negara yang mendukung lembaga ini, bertujuan mengawasi dan mengkritisi kinerja kepolisian, namun intinya sebagai mitra kerja, kata dia. Ketua LCKI Sumut, Drs. Parlindungan Sihotang, SE, MSi menambahkan, sebagai mitra Polri, lembaga ini didirikan untuk membangun komunikasi dengan lapisan masyarakat mencegah kejahatan. Juga mengkritisi atau mengawasi bantuan luar negeri yang akan diberikan untuk pemerintah Indonesia, meningkatkan semangat community dan mencegah kejahatan transnasional seperti human trafficking, narkoba, teroris, korupsi, illegal logging, illegal fishing dan lainnya. Pengurus LCKI yang dilantik hari itu, Ketua, Parlindungan Sihotang, Sekretaris, Arif Rahmansyah Marbun, Bendahara, Erwin Tobing dan sejumlah bidang.
|
| Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 03 Februari 2010 08:58 |
















