Senin, 06 Sep 2010
You are here: Home Artikel Diplomasi Perlindungan WNI/TKI

Agenda Kegiatan

<<  September 2010  >>
 Se  Se  Ra  Ka  Ju  Sa  Mi 
    1  2  3  4  5
  6  7  8  9101112
13141516171819
20212223242526
27282930   
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday158
mod_vvisit_counterYesterday81
mod_vvisit_counterThis week346
mod_vvisit_counterLast week997
mod_vvisit_counterThis month909
mod_vvisit_counterLast month4811
mod_vvisit_counterAll days28865
Diplomasi Perlindungan WNI/TKI PDF Cetak E-mail
Senin, 24 May 2010 04:58

Da'i Bachtiar

 

Jenderal Polisi (Purn) Tan Sri Prof. Drs. Da’i Bachtiar SH, AO

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia Untuk Kerajaan Malaysia


 

Untuk menyegarkan ingatan kita, kata “diplomasi” digunakan banyak hal. Misalnya kalau orang berdiskusi, dengan segala kepiawaiannya, argumentasinya dengan bahasa yg tepat, kemudian orang tersebut sering dikatakan sebagai orang yang sangat “diplomatis” didalam menyakinkan pihak yang lainnya atau juga kalau kita merefer cerita masa lalu, bahwa Bung Karno pernah menjawab suatu pertanyaan dari tamu-tamu asing yang berkunjung dan berdialong dengan Beliau. Tamu-tamu mengatakan bahwa: “Negara anda ini sangat kaya akan alamnya, tapi sayang rakyatnya masih miskin. Bagaimana anda tidak memanfaatkan kekayaan alam itu dengan eksplorasi maupun eksploitasinya bagi kesejahteraan rakyat ?”. Bung Karno menjawab bahwa; “ Ya, memang negara kami  memiliki kekayaan alam yang melimpah, tetapi kami akan ambil kekayaan tersebut, setelah rakyat kami sendiri pandai atau mampu mengambilnya sendiri”.

 

 

Add comment


Security code
Refresh